Senin, 11 November 2013


Cinta, responlah
1
Inilah kisahku…….
Hidup dalam kesendirian
Tanpa ada yang memperhatikan
Tanpa ada yang menyayangi
          Kadang hati merasa iri
          Melihat teman berpasangan
          Bisa malam mingguan
          Sedang diriku sendirian
Aku selalu berdo’a
Dalam sujudku kumeminta
Berikan kekasih dalm hidupku
Mencintai dengan segenap rasa
          Hari-hari kulalui dengan pengharapan
Harapan yang tidak mungkin terjadi
Itulah sindirin teman untukku
Memang nasib selalu mempermaikanku
Aku berkaca sambil mengacak pinggang
Memandangi diriku sendiri
Timbul pertanyaan dalam benakku
Apa aku pantas mempunyai kekasih?
          Rasanya tak mungkin
          Begitulah hati pesimis diri
          Dengan tampang yang mungkin pas-pasan
          Kekecewaanku terhadap diriku
Hidupku kuhabiskan sendirian
Enam tahun lamanya
Dalam sangkar suci ini
Dengan rasa frustasi
2
          Ini kisahku…….
          Hidup dalam kesendirian
          Tanpa ada yang memperhatikan
          Tanpa ada yang menyayangi
Saat ku keluar dari kelas
Kulihat sosok wanita yang elok
Begitu anggun penampilannya
Melipan bendera diterik matahari
          Kuhampiri dengan kepura-puraanku
Kulihat dengan jarak yang cukup dekat
Hati berkata “apa ini jawaban dari do’aku”
Begitulah hati riangnya
Girangnya hati kala itu
Tebar bahagia dalam kelas
Bertanya-tanya siapa dia
Dan dari mana dia
          Saat bel pulang berbunyi
          Berjalan ditengah hijaunya sawah
Melirik kaku dalam pencarian
Di mana wanita itu
Esok hari tiba
Setelah malam aku terpikir olehnya
Aku bergegas pergi ke sekolah
Tanpa sadar aku salipan dengannya
          Hati kecewa dengan kealimanku
          Membiarkan wanita itu tanpa sapa
Ku menunggu ditempat biasa dia lewat
Memenuhi amanat dari guru
Kalu jodoh tidak akan kemana
Dia berjalan dari arah berlawanan
Kusapa dengan kata “ehem”
Jawab dia tersenyum melihatku
          Aku berpikir ……
          Apa ini tanda kalau itu koneksi
          Kutunggu dia keluar dari ruangan
          Kusapa dengan “dari mana”
          Hanya senymuan manis terlihat
3
Inilah kisahku………
Hidup dalam kesendirian
Tanpa ada yang memperhatikan
Tanpa ada yang menyayangi
          Hari begitu cepat berlalu
Siang berganti malam
Kubuatkan puisi cinta
          Dengan anggapan dia akan menerimaku
Dengan romantisnya aku berkata
Mengeluarkan semua isi hatiku
Menyanjung dengan seribu sanjungan
Berharap dia bahagian dengan ini
          Matahari sapa pagiku dengan senyuman
          Ku bergegas bersiap-siap
Dengan rasa percaya diriku
          Dia akan menerimaku
Kutuliskan di depan surat itu
“dari yang memujamu”
Manisnya kata itu, bagiku
          Kutunggu ditempat biasa
          Dengan rasa gugup bercampur percaya diri
          Dia datang bergandeng ria
          Dan kuberikan kertas puith padanya
4
 Inilah kisahku………
Hidup dalam kesendirian
Tanpa ada yang memperhatikan
Tanpa ada yang menyayangi
          Tiga hari berlalu
          Menunggu balasan cinta
          Antara diterima atau tidak
          Dag-dig-dug hati tak tenang
Fajar menyingsing perlahannya
Hati tak sabar bertemunya
Terucap kata di bibir
Saatnya aku bahagia
          Matahari cerahkan sinarnya
          Secerah hati yang gembira
          Kuhampiri dikau sekian kalinya
          Lagi-lagi tak ada respon untukku
Terbesit dalam hati yang lelah
Menunggu ketidak pastian
Sayap-sayap patah ala Khalil Gibran
Menjadi cermunan hati ini

0 komentar :

Posting Komentar